Bangun “Science Techno Park”, LIPI Butuh Rp 117 Miliar

CIBINONG, KOMPAS.com Rencana pengembangan Cibinong Science Center (CSC) dengan menggunakan konsep Science Techno Park (STP) dapat dirampungkan secepatnya bila anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah tepat waktu.

Pasalnya, pemberian anggaran dari pemerintah yang terlambat seringkali menghambat target pembangunan pusat riset yang ada di Cibinong, Bogor, Jawa Barat tersebut.

Kepala Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nurul Taufiqu Rohman, mengatakan waktu pemberian anggaran untuk pembangunan STP akan sangat berpengaruh pada proses pembangunan. Pihaknya berharap agar pemberian anggaran tersebut tak terlambat.

“Kita berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) cepat rampung, jadi anggaran pembangunan STP juga tidak terhambat. Target kita di akhir tahun STP sudah bisa dirasakan masyarakat. Kalau pemberiannya di semester kedua tahun ini, bisa-bisa target itu tak tercapai,” ujar Nurul saat ditemui Kompas.com di gedung Pusat Inovasi LIPI, Cibinong, Senin (09/02/2015).

Untuk pembangunan STP sendiri, lanjut Nurul, pihaknya mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 117 miliar dalam lima tahun. Di tahun 2015, anggaran pembangunan yang diusulkan untuk pembangunan STP sendiri sebesar Rp 35 miliar.

“Tahun 2015 ini kita akan prioritaskan dalam pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang alih teknologi dari LIPI sendiri. Masyarakat kan menginginkan hasil riset segera dinikmati mereka,” tandas Nurul.

Pembuatan STP di Cibinong Science Center merupakan salah satu program yang ditargetkan pemerintah untuk membangun 100 Techno Park dan 34 Science Park pada periode 2015-2019.

LIPI sendiri dipercaya pemerintah untuk membangun satu STP di Cibinong Science Center serta tujuh Techno Park di beberapa daerah, yakni Samosir (Sumatera Utara), Enrekang (Sulawesi Selatan), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Banyumulek (Nusa Tenggara Barat), Tasikmalaya (Jawa Barat), Ternate (Maluku), dan Tual (Maluku).

Sumber: www.kompas.com

Komentar