Teluk Ambon: Pantuan Terkini Tim Monitoring

Puslit Laut Dalam-LIPI melalui tim monitoring Teluk Ambon baru saja merampungkan kegiatan survei di Teluk Ambon pada 23-26 Februari 2015 lalu. Kegiatan pemantauan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari Teluk Ambon. Beberapa aspek yang dikaji pada kesempatan kali ini adalah plankton baik fitoplankton maupun zooplankton, mikroba, ikan pelagis kecil atau ikan umpan, mangrove, makrobentos dan kondisi oseanografi (fisika dan kimia).

Tim survei terbagi menjadi empat kelompok, yang pertama tim oseanografi (plankton, mikroba, fisika oseanografi dan kimia oseanografi), kelompok kedua adalah kelompok mangrove, kelompok ketiga adalah kelompok ikan pelagis kecil atau ikan umpan dan yang teakhir adalah kelompok makrobentos (Polikhaeta).

Kelompok pertama, mulai pengamatan dari Teluk Ambon bagian luar (TAL). Di hari pertama, sambil melakukan pengambilan data utama, disempatkan pula mengamati secara visual kondisi perairan. Ada hal menarik bagi kami, yakni keberadaan sampah bekas kemasan air mineral yang mengambang ikut terbawa arus menuju ke teluk luar. Kami dokumentasikan keberadaan sampah tersebut dan kami catat lokasi serta perkiraan luasan sampah. Petualangan kamipun berlanjut di teluk dalam, pemandangan yang secara estetika kurang menarik pun tesaji dihadapan kami. Bahkan, keberadaan sampah-sampah terhampar secara luas di antara kapal-kapal yang sedang berlabuh (sandar/ berlindung) di bagian dalam teluk, di sekitar lokasi budidaya.

Sangat disayangkan memang, ketika Teluk Ambon yang dari kejauhan terlihat menawan tapi tenyata tak luput dari sampah. Kami (tim oseanografi) pun sempat berbincang dengan bapak nelayan yang kami sewa perahunya, beliau menuturkan bahwa Dinas Kebersihan sudah mengupayakan mengangkat sampah dari badan teluk. Secara pribadi, saya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh mitra kami (Dinas Kebersihan). Akan tetapi, ada hal mendasar yang perlu segera disikapi dengan bijak yakni upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada lokasi yang telah disediakan atau menaruh di tepi jalan yang selanjutnya akan di angkut oleh truk Dinas Kebersihan.

Menilik dari hasil analisa data (meskipun masih berproses), terlihat bahwa teridentifikasi fitoplankton dari jenis Baceriastrum minus dan chaetoceros affine mendominasi di sekitar Poka. Lebih lanjut, berhasil juga diaamati keberadaan fitoplankton penyebab HABs (harmfull Algal blooming) penyebab PSP dari jenis Pyrodinium bahamense meski muncul dalam jumlah yang sedikit. Untuk pengamatan zooplankton, sementara diperoleh hasil bahwa di Daerah sekitar Passo teridentifikasi larva ekinodermata dalam jumlah yang melimpah. Keberadaan larva tersebut, rata-rata sudah berada pada fase perkembangan dengan delapan lengan (arm). Untuk data lainnya masih dalam proses analisa dan identifikasi lanjut.

Sumber: Hans

Komentar