DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN CLADOCERA ( Penilia avirostris DANA, 1852) DI PERAIRAN PESISIR TELUK AMBON, MALUKU

Teluk Ambon merupakan ekosistem perairan yang unik, karena antara teluk luar dan teluk dalam dipisahkan oleh daerah ambang yang sempit. Topografi Teluk Ambon ikut mempengaruhi dinamika oseanografis perairan termasuk zooplankton yang hidup di dalamnya. Penelitian ini dilakukan selama tiga tahun mulai dari tahun 2007-2009 di perairan Teluk Ambon. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan Cladocera Penilia avirostris di perairan Teluk Ambon. Pengambilan contoh zooplankton menggunakan jaring NORPAC. Sampling dilakukan secara vertikal dari kedalaman 10 meter ke permukaan. Distribusi Cladocera Penilia avirostris bervariasi, diduga berkaitan dengan kondisi hidrografi perairan Teluk Ambon. Distribusinya lebih terkonsentrasi di daerah pesisir Teluk Ambon bagian dalam, bila dibandingkan dengan di daerah ambang dan daerah Teluk bagian luar.

Kelimpahan rata-rata bulanan Penilia avirostris tertinggi 285 ind/m 3 terjadi di bulan Agustus 2008 dan terendah (2 ind/m 3) di bulan Juli 2008. Kelimpahan individu tertinggi (2044 ind/m 3) di daerah Nania di bulan Agustus tahun 2008 dan terendah (20 ind/m 3) di daerah antara Galala dan Batu Merah di bulan Juni tahun 2009. Variasi kelimpahan ini merupakan respon terhadap faktor lingkungan di perairan Teluk Ambon, dimana absennya Penilia avirostris pada waktu tertentu sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dengan membentuk spora yang dilengkapi membran luar yang resisten.

Pola Arus di Teluk Ambon Berubah

Ambon (Antara Maluku) – Pola  arus perairan di daerah ambang Teluk Ambon, yakni sekitar Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon – Desa Galala, Kecamatan Baguala telah mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh pembangunan Jembatan Merah – Putih di sepanjang kawasan tersebut.

“Hasil penelitian mengenai fisika laut, Februari lalu, memang ada perubahan pola arus di sekitar daerah ambang yang dipengaruhi oleh pembangunan jembatan Merah – Putih, tiang – tiang pancangnya yang ditanam di dalam laut membuat ada perubahan pola arus, “ kata Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) LIPI Ambon, Hanung Mulyadi, di Ambon, Selasa.

Read more

LIPI Kembali Pantau Pertumbuhan Karang Teluk Ambon

Ambon, Tribun-Maluku.com: Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) LIPI Ambon kembali mengintensifkan pemantauan kondisi pertumbuhan terumbu karang di dalam perairan Teluk Ambon, setelah sempat terhenti pada tahun 2012.

“Pemantauan atau penelitiannya kembali diintensifkan, selama tiga hari ini kami akan turun untuk melakukan monitoring karang dan juga ikan-ikan karang yang hidup di dalam teluk,” kata Peneliti P2LD LIPI Ambon Hanung Mulyadi di Ambon, Selasa (14/4).

Hanung yang juga Ketua Tim Monitoring Teluk Ambon mengatakan pemantauan kondisi terumbu karang di teluk tersebut telah dilakukan sejak tahun 1985.

Berdasarkan data pemantauan Teluk Ambon selama 40 tahun yang dikeluarkan LIPI pada 2012, menunjukkan selama 30 tahun terakhir ada indikasi telah terjadi penurunan kondisi karang secara bertahap dari sangat baik atau baik ke buruk pada 1985 – 1996, rata-rata penurunan hidup karang dari 60 persen menjadi 30 persen, dan ini kembali meningkat sebanyak 40 persen pada 1996 – 2012.

Secara keseluruhan kondisi karang yang baik hanya enam persen, cukup baik sebanyak 15 persen, dan buruk sebanyak 97 persen, untuk sementara ini tidak ada karang di Teluk Ambon yang berada dalam kondisi sangat baik, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan.

“Kami sudah lama belum mengecek kondisi karang, terakhir pengecekan tahun 2012, jadi belum tahu kondisinya yang sekarang seperti apa,” katanya.

Lebih lanjut Hanung mengatakan bahwa selama tahun 2015, pemantauan kondisi Teluk Ambon akan dilakukan secara rutin setiap bulan, tidak hanya terumbu karang, tapi keseluruhan ekosistem perairan itu akan dipantau terus setiap bulannya.

 

“Bagi LIPI kalau bisa kegiatan pemantauan dilakukan tiap bulan, jika dari segi pendanaan memungkinkan akan kami lakukan, memang yang sudah terjadwal empat kali tapi karena kali ini ada penganggaran yang sedikit lebih jadi hampir setiap bulan bisa,” katanya. [ant/tm].