Pola Arus di Teluk Ambon Berubah

Ambon (Antara Maluku) – Pola arus perairan di daerah ambang Teluk Ambon, yakni sekitar Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon – Desa Galala, Kecamatan Baguala telah mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh pembangunan Jembatan Merah – Putih di sepanjang kawasan tersebut.

“Hasil penelitian mengenai fisika laut, Februari lalu, memang ada perubahan pola arus di sekitar daerah ambang yang dipengaruhi oleh pembangunan jembatan Merah – Putih, tiang – tiang pancangnya yang ditanam di dalam laut membuat ada perubahan pola arus, “ kata Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) LIPI Ambon, Hanung Mulyadi, di Ambon, Selasa.

Hanung yang juga ketua tim monitoring Teluk Ambon mengatakan perubahan pola arus tersebut masih akan diteliti lebih lanjut oleh timnya, termasuk sebanyak apa dampak yang dihasilkan.

Ia berpendapat hal itu tetap akan memberi pengaruh secara signifikan pada ekosistem laut di sepanjang daerah tersebut.

“Sudah pasti akan mengalami perubahan, tentunya siklus pergantian air dari dalam dan keluar Teluk Ambon di sekitar situ akan berubah, termasuk juga intensitas waktunya,” katanya.

Hanung mengatakan dampak pertama yang telah ditemukan dari berubahnya pola arus di sekitar kawasan ambang Teluk Ambon adalah lebih banyak jenis fitoplankton atau alga beracun yang teridentifikasi hidup subur di sepanjang daerah tersebut.

Dua jenis alga berbahaya, yakni Dinophysis caudata dan Dinophysis miles diketahui sempat mengalami ledakan yang cukup tinggi secara bersamaan selama tiga hari di Desa Poka pada Februari 2015, dengan jumlah kepadatan sebanyak 10.000 sel per meter kubik untuk Dinophysis caudata, sedangkan Dinophysis miles mencapai 1.000.000 sel per meter kubik.

“Salah satu dampak yang kami temukan dari perubahan pola arus ini adalah lebih banyak fitoplankton yang hidup di sekitar daerah ambang itu, tapi ini masih akan kami teliti lebih lanjut,” katanya.

Editor : John Nikita.

Komentar