Sosialisasi Hasil Penelitian Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI di Pulau Nusalaut

Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI pada beberapa tahun belakangan ini melakukan penelitian di Pulau Nusalaut sehingga hasilnya perlu diketahui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah dan khususnya masyarakat di Pulau Nusalaut. Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI melakukan sosialisasi hasil penelitian di Nusalaut dalam tempo 2 (dua) hari pada tanggal 14-15 Maret 2016 dengan melibatkan unsur Pemerintah Daerah dan seluruh tokoh masyarakat dari desa-desa di Pulau Nusalaut. Sosialisasi yang dipandu oleh Kepala Bidang Pengelolahan dan Diseminasi Hasil Penelitian, Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, Daniel D. Pelasula, M.Si. menyampaikan beberapa materi diantaranya mengenai pendidikan lingkungan bagi masyarakat, serta penanaman wawasan iptek kelautan oleh Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI (DR. Augy Syahailatua) dan Pemaparan hasil penelitian di Nusalaut tahun 2014 dan 2015 oleh peneliti (Arif Seno Adji, M.Sc. dan Hanung Agus Mulyadi, M.Si.).

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, DR. Augy Syahailatua menyampaikan beberapa hal antara lain meminta masyarakat untuk menjaga/melestarikan lingkungan laut yang berdasarkan hasil penelitian saat ini masih dalam kondisi baik. Dalam membuka lahan untuk perkebunan atau perumahan jangan sampai merusak ekosistem di laut. Dikemukakan juga oleh beliau bahwa sejak dulu orang menyebutkan taman laut yang indah ada di “Taman Laut Banda” bukan di Pulau Banda yang berarti termasuk didalamnya adalah Perairan Lease.

Dalam pemaparannya juga dihimbau kepada masyarakat di Pulau Nusalaut agar membiasakan mengkonsumsi pangan lokal, pengurangan sampah plastik, dan masyarakat harus turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan. Disampaikan juga bahwa Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI melakukan fokus penelitian untuk laut dalam. Informasi kelautan yang dimiliki baru berkisar 200 m di bawah laut. Diharapkan tahun 2019 Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI telah mengetahui apa yang ada di kedalaman 1000 m dan tahun 2024 kita sudah bisa menjangkau sampai kedalaman 5000 m. Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI akan membantu Pemerintah Daerah untuk pengelolaan energi panas bumi di Nusalaut dan akan menjadikan Nusalaut sebagai daerah percontohan untuk pengelolaan pulau kecil.

Peneliti Arif Seno Adji, M.Sc. dan Hanung Agus Mulyadi, M.Si. dalam pemaparannya menyampaikan potensi sumberdaya laut yang ada di Nusalaut. Ketiga ekosistem penting di laut yaitu ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang serta biota yang berasosiasi didalamnya dipaparkan secara garis besar dan kondisi sumberdaya laut pun masih dalam kondisi baik.

Kegiatan sosialisasi yang berisi mengenai penanaman wawasan iptek kelautan dan pemaparan hasil penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di Ameth tanggal 14 Maret 2016 jam 10.00-12.00 WIT dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat dari Desa Ameth, Akoon, dan Nalahia bertempat di SD Negeri Ameth. Hari kedua tanggal 15 Maret 2016 jam 10.00-12.00 WIT dilaksanakan di Balai Desa Sila dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat dari Desa Sila, Leinitu, Titawai dan Abubu. Sosialisasi ini mendapat perhatian dan antusias dari para peserta karena mereka mendapat wawasan baru mengenai lingkungan dan mengetahui secara jelas tentang potensi sumberdaya alam yang ada di wilayah mereka serta kegiatan ini pun sangat membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan ke depan.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan sore hari jam 17.00 WIT dengan melakukan permainan simulasi lingkungan yang dipandu oleh Roderyck L. Ch. Dompeipen dan Luter Siruang kemudian pada jam 19.00 WIT dilakukan pemutaran film pengetahuan “Aku dan Terumbu Karang” dan film dokumenter “Pelindung Pantai Amboina”.

Artikel ini ditulis oleh Roderyck L. Ch. Dompeipen (21 Maret 2016)

Artikel ini diunggah oleh Rini Widihastuti (23 Maret 2016)

Komentar