foto2

Lokakarya Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Penandatangan Kerjasama

Pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir hingga saat ini belum terkelola dengan baik karena itu perlu diperhatikan secara serius. Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI melihat pentingnya hal ini sehingga diadakannya lokakarya tanggal 28 – 29 April 2016 mengenai “Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil dan Wilayah Pesisir (Studi Kasus Pulau Ambon)”. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, beberapa lembaga swadaya masyarakat dan tokoh masyarakat. Acara dibuka secara resmi oleh Deputi Ilmu Kebumian – LIPI, Dr. Zainal Arifin, dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon, A. G. Latuheru, SH., M.Si., dan Pimpinan Umum Majalah Laras, Angelina Pattiasina.

Rangkaian kegiatan ini diawali oleh laporan ketua Panitia Pelaksana, Abd. Wahab Radjab, M.Si., yang pada intinya menyampaikan bahwa lokakarya pada tahun 2016 ini merupakan tahap awal dari kegiatan pengelolaan Pulau Ambon yang sedianya akan dilakukan sampai tiga tahun ke depan.

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) – LIPI, Dr. Augy Syahailatua, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI telah melaksanakan penelitian di Pulau Ambon sejak tahun 1980-an, hal tersebut perlu dikomunikasikan dengan pihak stakeholder terkait. Hasil kajian di Teluk Ambon menunjukkan telah terjadi alih fungsi lahan atas di sekitar teluk, yang berkontribusi terhadap timbulnya sedimentasi. Dan Kepala Pusat P2LD – LIPI pun menyinggung mengenai berkurangnya luasan hutan mangrove serta menurunnya tutupan luasan terumbu karang terutama di sekitar Teluk Ambon Dalam.

Sambutan selanjutnya dari Pimpinan Umum Majalah Laras, Ibu Angelina Pattiasina yang mengatakan bahwa ada liputan media cetak tentang biota khas Teluk Ambon yang menjadi pesona wisata. Harapannya, kerjasama ini dapat memajukan sektor pariwisata di Maluku berbasis hasil kajian riset kelautan.

Sekretaris Pemerintah Kota Ambon, A. G. Latuheru, SH., M.Si. mengatakan bahwa lokakarya pengelolaan Pulau Ambon ini diharapkan dapat menginisiasi seluruh komponen di Maluku baik dari segi kajian riset, maupun pihak pemerintah kota untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang terpadu. Adanya indiksi penurunan daya dukung di Pulau Ambon dan beberapa isu utama di Pulau Ambon adalah masalah urbanisasi sektor informal dimana bertambahnya pekerja dari luar Pulau Ambon berpotensi ikut berkontribusi terhadap kebutuhan tempat tinggal. Serta perilaku membuang sampah sembarangan oleh masyarakat yang harus dihilangkan.

Dalam sambutan dan arahan Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian – LIPI, Dr. Zainal Arifin, bahwa LIPI hadir di Maluku sejak 1971 sebagai perwakilan dari pusat. Beberapa kajian riset prioritas di tingkat Kedeputian IPK, salah satunya ada di Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI yaitu pengelolaan pulau-pulau kecil. Beberapa isu utama yang perlu disikapi antara lain tentang urbanisasi, sanitasi, dan air bersih di pulau kecil.

Pada hari pertama lokakarya dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI dengan Pemerintah Kota Ambon, serta Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI dengan Majalah Laras. Setelah acara pembukaan lokakarya dan penandatangan kerja sama, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kalvein Khow (Bappeda Kota Ambon), Azis Marasabessy (Bappeda Kabupaten Maluku Tengah), Prof. Dr. Sam Wouthuyzen (LIPI), Dr. Djalaludin Salampessy (Bappeda Provinsi Maluku), dan Prof. Dr. Rafael M. Osok (Kepala Lembaga Penelitian Universitas Pattimura). Sebagai moderator untuk sesi pertama adalah Dr. Augy Syahailatua dan sesi kedua adalah Dr. Dedy Supriadi Adhuri dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) – LIPI. Lokakarya hari kedua diawali dengan pembacaan resume lokakarya hari pertama oleh Daniel D. Pelasula, M.Si. kemudian dilanjutkan dengan pembahasan agenda kerja 2017-2018 yang dipimpin oleh Dr. Dedy Supriadi Adhuri.

 

 Artikel ini ditulis oleh Humas PPLD-LIPI (12 Mei 2016)

Artikel ini diunggah oleh Rini Widihastuti (12 Mei 2016)

Artikel terkait:

http://ambon.antaranews.com/berita/33141/aktivitas-berlebihan-di-daratan-sebabkan-kerusakan-pesisir

http://www.tribun-maluku.com/2016/04/aktivitas-berlebihan-di-daratan.html

http://www.malukupost.com/2016/04/ipk-lipi-gelar-lokakarya-pengelolaan.html

http://lipi.go.id/lipimedia/single/ipk-lipi-gelar-lokakarya-pengelolaan-wilayah-pesisir/15501

Komentar