Program Penelitian

Topik Penelitian berdasarkan Renstra 2015-2019:

  1.  Melakukan pengkajian proses-proses laut dalam dan dinamika dasar laut:
    • Ekspedisi kelautan di KTI;
    • Kajian sumberdaya dasar laut dalam baik hayati (mikro dan makro) maupun nirhayati;
    • Kajian siklus materi di kawasan laut dalam dan dinamika dasar laut.
  2.  Melakukan kajian interaksi iklim dan lautan:
    • Kajian interaksi atmosfer dan laut;
    • Kajian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut di KTI.
  3. Mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pengelolaan wilayah pesisir di KTI:
    • Kajian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap lingkungan laut;
    • Kajian potensi wilayah pesisir di kawasan laut dalam (a.l. ekowisata, budidaya, konservasi, dan taman laut);
    • Kajian potensi sumber daya laut di pulau-pulau terluar KTI;
    • Kajian kerentanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim;
    • Kajian potensi dan pemanfaatan biota laut bernilai ekonomis dan/atau ekologis penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir (a.l. bank bibit, teknologi tepat guna, dan rehabilitasi ekosistem)

Program Penelitian Tematik Tahun Anggaran 2016

  1. Penguasaan Teknologi Produksi Benih Bulu Babi Kolektor (Tripneustes Gratilla Linnaues, 1758) Untuk Program Stock Enhancement
  2. Lanjutan_Aplikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Untuk Klasifikasi Zona Geomorfologi Dan Komunitas Benthos Terumbu Karang Di Pulau Pombo, Maluku
  3. Studi Tentang Imposeks Pada Moluska Sebagai Indikator Adanya Pencemaran Di Perairan Pulau Ambon, Maluku
  4. Kajian Biodiversitas Fauna Makrobentik Di Perairan Saparua, Maluku Tengah
  5. Monitoring Teluk Ambon

Koleksi Rujukan

Rumah Singgah

Visi dan Misi

VISI dan MISI PUSAT PENELITIAN LAUT DALAM – LIPI

VISI :

Menjadi institusi yang tangguh dalam penguasaan ilmu pengetahuan laut dalam di kawasan Indo-Pasifik.

MISI :

  1. Melaksanakan penelitian laut dalam, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan di kawasan timur Indonesia dan Indo-Pasifik.
  2. Turut serta dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor kemaritiman.
  3. Mendukung pemerintah dalam memperkuat daya saing regional dan global pada aspek pembangunan sektor kemaritiman.

Pelatihan Pembuatan Peta Terumbu Karang oleh COREMAP-CTI LIPI

MAKASSAR – Pusat Penelitian Oseanografi–LIPI (P2O–LIPI) melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP–CTI) menggelar pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG): Pembuatan Peta Tematik Terumbu Karang. Salah satu tujuan pelatihan ini adalah menghasilkan tenaga ahli pengolah data spasial dalam kegiatan pemantauan terumbu karang dan pemetaan habitat perairan dangkal. Dalam pembukaannya, Suharsono selaku koordinator COREMAP-CTI LIPI menyampaikan, materi pelatihan kali ini akan diberikan mulai dari tingkat dasar hingga lanjut.

Suharsono meimg_9500nambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya manusia (sdm), terutama di kabupaten dalam hal pengolahan data spasial.

Pelatihan akan berjalan selama sepuluh hari (9-18 November) di Hotel Santika, Makassar, Sulawesi Selatan. Jumlah peserta sebanyak 25 orang, terdiri dari perwakilan wilayah kabupaten dan provinsi COREMAP-CTI World Bank (WB), universitas, serta satuan kerja (satker) LIPI yang berada di wilayah Timur Indonesia.

Materi yang akan disampaikan meliputi: pemaparan oleh narasumber; praktek pengolahan data citra satelit menggunaan program komputer, analisa data, pembuatan laporan; diskusi dan review harian; serta presentasi.

Kuliah umum sesi pertama oleh Jamaluddin Jompa, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Pada salah satu paparannya, Jompa menyebutkan, seorang analis SIG selain mampu menampilkan peta tematik terumbu karang, juga harus dapat menilai berapa benefit (dalam satuan nilai mata uang) yang ada dari ekosistem terumbu karang tersebut. Harapannya, stakeholders terkait, terutama pemerintah daerah (pemda) lebih serius dalam hal manajemen ekosistem terumbu karang yang ada di wilayahnya masing-masing. “Dari ekosistem terumbu karang tersebut terdapat aset senilai sekian rupiah, bila tidak diurus secara baik, akan ada potential loss sekian rupiah”, ujar Jompa.

Dalam sesi diskusi, Seno, salah satu peserta perwakilan Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (P2LD-LIPI), menanyakan bagaimana luasan-luasan dari ekosistem terumbu karang tersebut dapat di konversi menjadi satuan nilai mata uang, sehingga lebih “bunyi” ketika disampaikan ke pemda. “Mesti ada perhitungan valuasi ekonomi untuk mengetahui angka-angka tersebut”, jawab Jompa, di Makassar,  Rabu (9/11) pagi.

Menutup kegiatan hari pertama, Suyarso, staf peneliti P2O-LIPI yang juga bertindak selaku instruktur , memberikan materi tentang Peta dan Unsur-Unsur Peta. Suyarso menjelaskan, sebuah peta yang baik, minimal harus terdapat unsur-unsur peta berupa, judul, legenda, simbol, arah mata angina, skala, lettering, inset, garis astronomis, sumber dan tahun pembuatan peta. [NOE]

Tugas dan Fungsi

Tugas dan Fungsi Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI

 

Sesuai dengan SK Kepala LIPI No. 1 tahun 2014, P2 Laut Dalam mempunyai tugas melaksanakan penelitian di bidang laut dalam.

 

Pada pelaksanaan tugasnya, P2 Laut Dalam menyelenggarakan fungsi:

  1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian di bidang laut dalam
  2. Penelitian di bidang laut dalam
  3. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang laut dalam
  4. Pelaksanaan urusan tata usaha

Kapal Riset