foto-1

Pembahasan Perikanan Tangkap Tuna dan Cakalang oleh Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia di Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI

foto-1Pembahasan mengenai perikanan tangkap terutama ikan tuna dan ikan cakalang bersama perwakilan Universitas Pattimura dan Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 di kantor Puslit Laut Dalam – LIPI. MDPI adalah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang berfokus pada kegiatan untuk keberlanjutan sumber daya alam perikanan dan memiliki kepedulian terhadap konservasi dan ekosistem perikanan terutama di Indonesia. Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala P2LD-LIPI, Kepala Bagian Tata Usaha, para peneliti P2LD-LIPI, Dr. Delly D. P. Matruty dan Dr. Welem Waileruny dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, dan Sdr. Wildan serta Sdri. Nilam Ratna dari MDPI, ini terkait dengan rencana perjanjian kerjasama yang akan dilaksanakan oleh P2LD-LIPI dan MDPI. Penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh MDPI dimulai dengan melakukan interaksi yang baik dengan para nelayan dari beberapa daerah terutama di Maluku yaitu di daerah Pulau Buru, daerah Seram Timur, daerah Maluku Tengah dan Pulau Ambon. Nelayan diajak bekerja sama untuk membantu mengumpulkan data hasil tangkapan ikan dengan mengisi formulir sederhana dari MDPI setiap harinya. Data hasil tangkapan ikan meliputi jenis ikan yang tertangkap, lokasi penangkapan ikan, jenis umpan, jenis alat tangkap, jenis kapal, teknik mengetahui lokasi ikan (dengan cara alami atau bantuan alat modern), dan lain sebagainya. foto-2“Formulir yang terkumpul setiap harinya ada ratusan lembar, sehingga untuk memvalidasinya diperlukan waktu dan tenaga, sampai saat ini kami masih terus mengerjakannya dikarenakan petugas lapangan sangat terbatas.” Ujar Wildan selaku Fisheries Improvement Manager-MDPI. Data dan informasi hasil tangkapan ikan terutama tuna dan cakalang dapat dilihat pada website www.ifish.id, tercatat dari tahun 2013.

Salah satu komponen penting untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan adalah Harvest Strategy. Untuk hal ini MDPI mendukung pemerintah daerah yang memiliki kewenangan penuh untuk mengatur sumber daya perikanan yang dimiliki. “Inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu mengumpulkan data mengenai pelabuhan, asosiasi terkait, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya untuk membuat pengelolaan pengolahan perikanan terutama tuna dan cakalang. Untuk selanjutnya akan menjadi output berupa paket kebijakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam terutama perikanan dan kelautan.” Kata Wildan lagi.

“Rencana kerjasama antara P2LD-LIPI dan MDPI akan dibicarakan segera dalam rapat internal P2LD-LIPI agar kedua belah pihak dapat saling memberikan kontribusi yang terbaik.” Ujar Dr. Augy Syahailatua, Kepala Puslit Laut Dalam-LIPI.

Komentar