PERHATIAN B. J. HABIBIE TERHADAP LIPI DI AMBON

DCIM100MEDIADJI_0002.JPG

Habibi-050585-1Prof. DR. B. J. Habibie selama menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi RI sangat memperhatikan perkembangan Iptek di Kawasan Timur Indonesia khususnya di Maluku. Komitmen perhatiannya ditunjukan dengan seringnya berkunjung ke Ambon dengan salah satu agendanya memberi wawasan Iptek kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Secara khusus Prof. DR. B. J. Habibie mengunjungi Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI sebagai salah satu lembaga riset di Kawasan Timur sebanyak dua kali. Kunjungan pertama dilakukan Habibie-1pada tanggal 5 Mei 1985 yang saat itu berstatus Stasiun Penelitian Ambon, Lembaga Oseanologi Nasional – LIPI (SPA LON-LIPI).  Prof. DR. B. J. Habibie mendorong untuk meningkatkan kegiatan
Habibie-2 riset khususnya riset kelautan di KTI. Salah satu dampak dari kunjungan ini adalah status SPA LON-LIPI mengalami peningkatan menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan mengalami peningkatan anggaran penelitian. Dalam kunjungan ini, Prof. DR. B. J. Habibie yang didampingi oleh Ibu Hasri Ainun Habibie melihat fasilitas dan kegiatan riset yang dilaksanakan.

Habibie 042991-4Kunjungan kedua dilakukan pada tanggal 29 April 1991. Kedatangan Prof. B. J. Habibie diterima langsung oleh Kepala LIPI Prof. Dr. Samaun Samadikun di Pusat Penelitian Laut Dalam (saat itu Balai Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut). Disamping memberikan arahan kepada seluruh sivitas, Prof. Dr. B. J. Habibie juga mengunjungi fasilitas riset dan melihat langsung penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti. Dampak dari serangkaian kunjungan ini, P2 laut Dalam mengalami peningkatan sarana dan prasarana penelitian serta meningkatnya anggaran penelitian.

       Habibi-042991-1 Habibi-042991-2

Humas Kawasan

P2 Laut Dalam-LIPI

KUNJUNGAN KEPALA P2 LAUT DALAM KE FAKULTAS MIPA UNPATTI

mipa1Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI Dr. Nugroho D. Hananto berkunjung ke Fakultas MIPA Universitas Pattimura pada tanggal 15 Agustus 2019 jam 10.30 WIT. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Kepala P2 Laut Dalam yang baru sekaligus membicarakan rencana kerjasama yang selama ini telah dilaksanakan. Kepala P2 laut Dalam diterima langsung oleh Dekan Fakultas MIPA Unpatti Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si. dengan mengalungkan kain tenun khas Maluku Tenggara sebagai tanda keluarga Fakultas MIPA Unpatti.

Selama ini hubungan kerja antara P2 Laut Dalam dan Fakultas MIPA Unpatti telah berjalan dengan baik. mipa2Mahasiswa Fakultas MIPA sering melakukan penelitian dan KKN Profesi di P2 Laut Dalam-LIPI. Beberapa peneliti sering menjadi Pembimbing Skripsi Mahasiswa, seperti alm. Ir. Saleh Papalia, M.Si., Wahyu Purbiantoro, M.Si., dan yang lainnya. MIPA membutuhkan daftar peneliti yang ada di P2 Laut Dalam untuk dijadikan dasar mengirim mahasiswa melakukan penelitian atau pembimbingan skripsi, demikian yang disampaikan Dekan Fakultas MIPA Unpatti Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si.

Kepala P2 Laut Dalam menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan dalam kunjungan ini. Dalam rangka peningkatan SDM, LIPI membuka beasiswa By Research yang dapat dimanfaatkan dimanfaatkan bersama. Kita dapat melakukan penelitian bersama dan Fakultas MIPA Unpatti dapat memanfaatkan tenaga Peneliti P2 Laut Dalam untuk membimbing mahasiswa.

 

Humas LIPI

Kawasan P2 Laut Dalam

KUNJUNGAN KEPALA P2 LAUT DALAM KE JURUSAN GEOLOGI UNPATTI

IMG_20190815_091202Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI Dr. Nugroho D. Hananto berkunjung ke Jurusan Teknik Geologi Universitas Pattimura pada tanggal 15 Agustus 2019 jam 09.00 WIT. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Kepala P2 Laut Dalam yang baru sekaligus membicarakan rencana kerjasama dalam mendukung Jurusan yang baru dibuka di Universitas Patimura. Kunjungan ini diterima langsung oleh ketua Jurusan Geologi Dr. Roberth Hutagalung beserta jajarannya.

Kepala P2 Laut Dalam menyampaikan, kita dapat melakukan penelitian bersama untuk geofisik & sesmik geotrush. LIPI membuka diri untuk saling memanfaatkan infrastruktur dan alat penelitian termasuk pengunaan kapal riset baru oleh perguruan tinggi. Menyangkut penggunaan kapal riset, jangan pikirkan biaya operasionalnya tapi pikirkan proposal dan idenya.

geolKetua Jurusan Teknik Geologi Unpatti menyampaikan bahwa Jurusan Teknik Geologi baru dibuka tahun 2017 atas permintaan Presiden RI Joko Widodo dengan tujuan untuk mendukung Blok Masela. Jurusan Teknik Geologi memiliki 3 program studi yaitu Program Studi teknik Geologi, Teknik Geofosik, dan yang baru dibuka terakhir yaitu Teknik Perminyakan. Sementara ini sebagian pengajar masih diambil dari ITB kecuali ilmu-ilmu dasar.

Direncanakan mahasiswa Jurusan Teknik Geologi dapat melaksanakan praktek di P2 Laut Dalam, akan didahului dengan penjejakan dan mengiventarisir topic-topik apa saja yang yang terkait teknik geologi yang ada di P2 Laut Dalam. Akan dijejaki juga untuk kerjasama teknis antara P2 Laut Dalam dengan Jurusan Geologi.

Kepala P2 laut dalam menyampaikan, masalah ini akan dibicarakan dengan Pimpinan LIPI di Jakarta, termasuk kebutuhan di daerah. LIPI juga dapat berpartisipasi di Blok Masela.

 

Humas LIPI

Kawasan P2 Laut Dalam

KUNJUNGAN KEPALA P2 LAUT DALAM KE LPP RRI AMBON

rri1Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI Dr. Nugroho D. Hananto  berkunjung ke LPP RRI Ambon pada tanggal 14 Agustus 2019 jam 09.00 WIT. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Kepala P2 Laut Dalam yang baru sekaligus membicarakan rencana kerjasama dalam edukasi masyarakat terkait ilmu pengetahuan. Kepala P2 Laut Dalam yang didampingi oleh Koordinator Humas Kawasan P2 Laut Dalam Roderyck L. Ch. Dompeipen diterima langsung oleh Kepala LPP RRI Ambon Drs. Jodi Purgito beserta jajarannya yang terdiri dari Kepala Bagian Tata Usaha Budi Sutrisno, Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Usaha James Jahwadan, Msi., dan Kepala Seksi Pengembangan Berita Philip Sekewael S.sos. di ruang kerja Kepala RRI Ambon.

rri2Kepala P2 Laut Dalam menyampaikan bahwa Maluku yang merupakan daerah kepulauan sehingga akan lebih efektif menggunakan RRI dalam menyebarkan informasi. Melalui RRI diharapkan dapat menangkal hoax yang selama ini terjadi dalam masyarakat seperti hoax tsunami yang sering merisaukan masyarakat. Kami akan menyiapkan program untuk mengisi acara RRI.

Kepala LPP RRI Ambon mengapresiasi kungjungan Kepala P2 Laut Dalam. Disampaikan bahwa LPP RRI mempunyai Program Kentongan (nasional) yang dapat dapat diisi dengan informasi terkait kebencanaan oleh LIPI dan juga acara-acara lain. LIPI juga akan diminta untuk mengisi acara dialog yang selama ini ada di RRI. Kepala LPP RRI Ambon juga menyampaikan bahwa selama ini mengalami kesulitan dalam mencari narasumber kebencanaan. Untuk memayungi seluruh kerjasama ini perlu dilakukan kerjasama walaupun bersifat PNBP nol rupiah.

 

 

Humas LIPI

Kawasan P2 Laut Dalam

Kepala LIPI : Kantor P2 Laut Dalam Akan Dipindahkan ke Lokasi Baru

Hari kedua tanggal 13 Agustus 2019 kunjungan kerja Bapak Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko di Pusat Penelitian Laut Dalam yang didampingi oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Dr. Zainal Arifin, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Dr. Augy Syahailatua dan Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam melakukan peninjauan kompleks rumah dinas di Guru-Guru-Poka, Dermaga, Laboratorium Budidaya, dan Rumah Singgah (Guest House).

                     xIMG_20190813_090442    xIMG_20190813_092402 

                                                            xDSC_6118

Selanjutnya Bapak Kepala LIPI meninjau laboratorium yang sekaligus berdialog dengan para peneliti terkait riset yang dilaksanakan. Bapak Kepala LIPI sangat tertarik dengan riset oseanografi fisika, oseanografi kimia, Geologi laut, mikrobiologi, plankton, GIS, Koleksi Rujukan Biola Laut dan Perpustakaan. Akhir peninjauan dengan pemilah secara langsung renovasi ruang kerja di Gedung A yang sementara dilaksanakan.

                       xDSC_6157    xDSC_6222 

                       xDSC_6205    renof 

Akhir dari Kunjungan Bapak Kepala LIPI yaitu melakukan tatap muka dengan seluruh pegawai Pusat Penelitian Laut dalam di Ruang Rapat Bubara.

xDSC_6262Arahan yang disampaikan bahwa P2 Laut Dalam harus memperhatikan infrastruktur riset termasuk Kapal Riset. Pendanaan Kapal Riset baru yang bersumber dari multi faunding, perlu juga dipikirkan perawatannya dan para peneliti harus dapat memanfaatkan 300 hari layar yang direncanakan pertahun untuk kegiatan riset laut dalam. Untuk big science, kita juga harus membangun kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri yang selevel dengan kepakaran dan jam terbang yang tinggi, sekaligus kita belajar dari mereka. Secara Khurus, P2 Laut Dalam, P2 Oseanografi dan P2 Geoteknologi perlu berkolaborasi untuk pikirkan kerjasama dengan institusi asing.

Disampaikan juga bahwa Kompleks LIPI di Rumah Tiga akan diserahkan ke Universitas Pattimura. Lahan kantor LIPI di Ambon juga akan diserahkan ke Pemda Provinsi Maluku dan kita akan merencanakan pembangunan kantor baru di lokasi lain di Pulau Ambon sehingga bila ada kapal baru yang tingginya sekitar 36 meter, tidak menimbulkan masalah dengan Jembatan Merah Putih. Alasan lain yang disampaikan bahwa lokasi kantor LIPI di Ambon dibelah oleh jalan raya dan pada dataran tinggi di kompleks rawan longsor. Rencana pembangunan kantor baru akan dilaksanakan tahun 2021.

P2 Laut Dalam harus mempunyai perwakilan di Jakarta untuk memudahkan pengurusan masalah riset dan penggunaan kapal riset.

 

Humas LIPI

Kawasan P2 Laut Dalam

 

Kepala LIPI Mengunjungi Pusat Penelitian Laut Dalam

xDSC_6036Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr. Laksana Tri Handoko didampingi Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Dr. Zainal Arifin melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian Laut Dalam pada tanggal 12 – 13 Agustus 2019. Agenda kunjungan kerja Bapak Kepala LIPI pada hari pertama yaitu Sumpah / Janji Pegawai Negeri Sipil Pusat Penelitian Laut Dalam, Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam dari Dr. Augy Syahailatua kepada Dr. Nugroho D. Hananto, dan acara ramah tama dengan seluruh pegawai.

xDSC_5998Pegawai negeri sipil yang melakukan Sumpah  / Janji Pegawai sebanyak 13 orang. Sebagain besar merupakan PNS baru dan sebagian yang melakukan Sumpah / Janji karena selama ini mengikuti studi di luar negeri.

Acara serah terima kepala pusat penelitian laut dalam dari Dr. Augy Syahailatua kepada Dr. Nugroho D. Hananto disaksikan oleh Bapak kepala LIPI dan Bapak Deputi IPK. Acara serah terima ini dilakukan dihadapan seluruh pegawai Pusat Penelitian Laut Dalam.

xIMG_20190812_151939Awal sambutan Bapak Kepala LIPI, disampaikan permintaan maaf  kepada seluruh sivitas P2 Laut Dalam karena rencana kedatangan yang dijadwalkan sejak bulan Juni 2018 tertunda beberapa kali karena ada kegiatan penting lain yang musti dihadiri.  Beberapa hal penting yang disampaikan antara lain : P2 Laut Dalam merupakan satker LIPI yang strategis dalam riset kelautan di Indonesia sehingga akan menjadi perhatian serius LIPI. Delapan Satker yang selama ini berada di bawa P2 Oseanografi sebagian akan didialihkan dalam pembinaan P2 Laut Dalam.

xDSC_6078Bapak Kepala LIPI juga menyampaikan bahwa kita perlu melakukan kolaborasi dan kerjasama riset  dengan peneliti dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri agar hasilnya lebih baik. P2 Laut Dalam juga harus mempunyai cabang di Jakarta untuk memudahkan dalam pengurusan riset dan penggunaan kapal riset.

Kunjungan hari pertama diakhiri dengan acara rama tamah yang dilaksanakan di teras Gedung A yang dihadiri oleh seluruh sivitas P2 Laut Dalam.

 

 

Humas LIPI

Kawasan P2 Laut Dalam

Kerjasama Penelitian TRIUMPH antara Pusat Penelitian Laut Dalam, FIO, dan University of Maryland

DSC_0616_2Perairan Indonesia adalah kanal utama massa air hangat dengan salinitas relatif rendah dari Samudera Pasifik bergerak menuju Samudera Hindia yang dikenal dengan nama Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Arlindo merupakan bagian dari sirkulasi arus global yang memiliki pengaruh terhadap kondisi iklim di Indonesia dan memiliki peran dalam munculnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang memicu bencana alam. “Fenomena ini yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang kemudian memicu terjadi bencana alam sepeDSC_0569rti banjir, tanah longsor, dan kekeringan,” jelas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, Dr. Augy Syahailatua.

Selat Makassar, Perairan Lifamatola dan Selat Karimata adalah pintu masuk utama Arlindo. Kemudian Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Ombai merupakan pintu keluar dari Arlindo. Untuk meningkatkan pemahaman tentang Arlindo di pintu masuk dan perubahannya akibat proses percampuran di pintu keluarnya serta kondisi upwelling di perairan Selatan Jawa, maka dilakukan penelitian yang berjudul Transport Indonesian Sea, Upwelling and Mixing Physics (TRIUMPH).

DSC_0560Penelitian TRIUMPH tahap pertama ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 – 13 Oktober 2018 di perairan Selatan Jawa dan Selat Bali dengan melibatkan peneliti dan teknisi dari Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (7 orang), First Institute of Oceanography (5 orang), University of Maryland (1 orang), dan Balai Riset dan Observasi Laut (2 orang), menggunakan Kapal Riset dan Latih Madidihang 03 milik Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian tahan kedua akan dilaksanakan tahun 2019 di perairan Bali hingga selat Sulawesi.

Selain peluncuran kegiatan penelitian TRIUMPH, juga dilaksanakan penandatanganan naskah kerjasama antara LIPI dengan The First Institute of Oceanography – State Oceanic Administration serta University of Maryland. “Kami berharap kegiatan penelitian dan kerjasama ini akan berperan signifikan dalam  upaya mitigasi terhadap efek perubahan iklim yang berkaitan dengan perikanan, biodiversitas dan ekosistem,” pungkas Dr. Augy Syahailatua.

 

Artikel ini dibuat oleh Humas Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI

Berita terkait:

http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/299949/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-arlindo

https://www.antaranews.com/berita/753592/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-di-arus-lintas-indonesia

https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/09/30/pfub8b430-lipi-teliti-potensi-bencana-arus-lintas-indonesia

http://www.suarakarya.id/detail/79349/LIPI-Lakukan-Penelitian-TRIUMPH-Untuk-Tingkatkan-Potensi-Sumberdaya-Kelautan

Pusat Unggulan Iptek Konservasi Sumberdaya Tuna Gelar FGD Pengelolaan Perikanan Tuna di Laut Banda

WhatsApp Image 2018-09-12 at 15.02.56Pusat Unggulan Iptek Konservasi Sumberdaya Tuna (PUI KST) di bawah Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (P2LD-LIPI) mengadakan Focus Group Discusion (FGD) dengan tema “Pengelolaan Perikanan Tuna di Laut Banda”. FGD dihadiri oleh stakeholder yang terdiri dari instansi pemerintah diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia Timur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon, dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), serta dari LSM (MDPI, MCC, WWF, Global Fishing Watch, ASTUIN, AP2HI, Maluku Coastal Care, Sea Project, CSF Indonesia, dan Bionesia). Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 10 September 2018 bertempat di Aula Bubara, P2LD-LIPI.

FGD dibuka oleh Kepala P2LD-LIPI Dr. Augy Syahailatua dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber terkait sumberdaya tuna dan penegakan peraturan tentang perikanan tangkap tuna di perairan Laut Banda.

Dalam sesi diskusi, dibahas penegakan regulasi Permen KP NO 4 tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 714. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah belum cukupnya data untuk menjadi landasan hukum bagi penutupan wilayah Laut Banda. Untuk menjawab persoalan tersebut PUI KST memiliki beberapa obsesi yang ingin dicapai yakni mengetahui wilayah pemetaan dan kapan waktu pemijahan tuna di sekitar perairan Laut Banda, selanjutnya mengungkap bagaimana hubungan awal tuna dengan lingkungannya sehingga dapat dipastikan lokasi dan waktu penutupan perairan WPP 714. Dr. Augy Syahailatua mengatakan “Penelitian tuna sudah dilakukan oleh LIPI secara intensif sejak tahun 70-an, namun karena merubah fokus riset, maka penelitian ini tidak dijadikan penelitian utama. Sejak PUI KST didirikan tahun 2017, penelitian mengenai perikanan tuna mulai difokuskan kembali dalam 1 tahun terakhir”.WhatsApp Image 2018-09-12 at 15.02.57

Untuk mengatasi permasalahan data perikanan tuna Maluku, Atswin (perwakilan USAID) menyarankan agar pemda memiliki satu sistem data, terkait pengawasan dapat digunakan data palayaran kapal yang bersumber dari Global Fishing Watch. Selanjutnya perlu ditingkatkan pencatatan kapal dengan skala kecil.

Kepala Dinas Perikanan Maluku, Romelus Far-far mengatakan bahwa permen KP hanya dapat mengatur wilayah diatas 12 mil laut dengan sasaran kapal diatas 30 GT. Maka UU NO 27 tahun 2017 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mendelegasikan agar Pemda menyusun Perda tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Sehingga saat ini sudah ada Perda nomor 1 tahun 2018 ini tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Maluku tahun 2018 – 2038. Dengan adanya Perda tersebut, maka dapat diukur mana wilayah yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dan mana yang bukan.

Salah satu kelemahan dalam penegakan Permen KP NO 4 tahun 2015 adalah belum adanya sanksi. “Pelarangan harus disertai dengan adanya sanksi sehingga kita bisa bertindak. Akhirnya digunakan UU lain untuk memberikan sanksi. Belum adanya sanksi membuat BAKAMLA kesulitan dalam bertindak. Hal ini harus ditinjau lagi sehingga dapat dilakukan penangan hukum yang tepat,“ kata Kepala Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Kantor Kamla Zona Maritim Timur Bakamla RI, AKBP Julius Marlatu Aponno, SH.

Belum jelasnya penegakan hukum terkait Permen KP No 4 Tahun 2015, juga berdampak pada pengusaha perikanan. Robert Tjoanda yang mewakili AP2HI juga menghimbau agar permen diperjelas dan ditinjau kembali. Lebih lanjut kata Robert, Ikan di Laut Banda sangat banyak, namun musimnya sangat pendek. Hanya 1-2 minggu. Saat ini sedang dibangun pabrik di Banda, progresnya sudah 80%. Namun pengusaha masih ragu untuk meneruskan proyek ini karna takut berbuat salah. Jika pabrik harus ditutup selama 3 bulan, maka harus dipikirkan bagaimana nasib pekerja dan nelayan kecil. Sehingga kedepannya perlu dibuat alternatif lainnya. Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan kecil, saat ini Yayasan MDPI (Masyarakat dan Perikanan Indonesia), sedang melakukan sertifikasi nelayan perairan Maluku. MDPI juga mengumpulkan data tangkapan yang saat ini berjumlah 17.000 data. Data tersebut akan dianalisis oleh peneliti LIPI.

Penegakan hukum di Laut Banda terus dilakukan, namun PSDKP, juga tetap memperhatikan Pancasila sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Saat ini yang ditertibkan hanya kapal yang bermuatan tuna sirip kuning. Jika ditertibkan benar, maka masyarakat nelayan di sekitar Laut Banda akan mengalami kesulitan. Karenanya PSDKP baru menertibkan Kapal dengan muatan diatas 30 GT, sedangkan kapal dibawah 30 GT hanya dilakukan sosialisasi.

Pencabutan Permen, tidak dapat serta merta dilakukan, perlu adanya data yang cukup. Muhammad Bilahmar dari Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) mempertanyakan dasar penentuan wilayah penutupan Permen dan jenis data yang bisa diakses dari lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). Menurut Bilahmar, persoalannya adalah apakah ikan ditangkap sesudah atau sebelum bertelur. Kalau ditangkap di luar area yang dilarang (sebelum memasuki laut Banda) maka bisa jadi ikan ditangkap beserta telur-telurnya. Menanggapi hal tersebut, A. Leurima (dari BAKAMLA) menyarankan agar pijakan penegakan Permen KP harus diarahkan kepada tata kelola. Data tangkapan tuna per ekor, per berat, sudah matang gonad/belum itu yang dibutuhkan. Carrying capacity Laut Banda, apakah mampu atau tidak. Dari data-data tersebut, baru direkomendasikan ke Dirjen Perikanan Tangkap. Lebih lanjut A. Leurima menyarankan agar kedepannya sudah harus dipikirkan tentang regenerasi tuna. Ia menyarankan pihak LIPI untuk melakukan kajian mengenai budidaya tuna.

Selain pembahasan penegakan Permen KP NO 4 Tahun 2015, dalam FGD juga dibahas tentang Illegal, Unreported, dan Unregulated (IUU) Fishing serta bagaimana penindakan dan pencegahannya di perairan Maluku. Apono mengungkapkan penyidikan kasus keamanan laut tidak dapat dilakukan secara sektoral dari satu institusi saja melainkan secara komprehensif oleh seluruh stake holder yang berkentingan di laut, khususnya Laut Banda. Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dan sharing informasi. Dalam FGD juga ditampilkan data kapal yang beroperasi di Laut Banda oleh Global Fishing Watch. Dan penyampaian informasi dari beberapa LSM lainnya terkait pengumpulan data perikanan tuna oleh MCC dan penelitian biogenetik tuna oleh LSM Bionesia.

Permasalahan penangkapan tuna serta upaya konservasi tuna memerlukan perhatian dari seluruh stakeholder. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kolaborasi dan kerjasama. Dari seluruh masukan yang diberikan selama pelaksanaan FGD, Dr. Augy Syahailatua menyarankan agar kedepannya dilakukan beberapa kali FGD lanjutan terkait produksi dan tangkapan tuna, regulasi perikanan tuna, dampak ekonomi perikanan tuna bagi nelayan,  oseanografi dan ekologi tuna serta budidaya tuna.

Hasil FGD akan dijadikan langkah awal untuk dilaporkan ke Dirjen KP. Langkah selanjutnya adalah akan dibuat naskah akademik terkait regulasi Permen KP NO 4 tahun 2015.

 

 

Artikel ini dibuat oleh Humas P2LD-LIPI.

Syukuran Hari Ulang Tahun Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI Ke-4

DSC_7861Tanggal 13 Mei merupakan hari jadi Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI. Sebagai wujud syukur atas usianya yang menginjak usia 4 tahun maka diadakan acara syukuran yang dihadiri oleh segenap pegawai P2LD-LIPI pada hari Senin, 14 Mei 2018 dan dipimpin oleh Kepala P2LD-LIPI, Dr. Augy Syahailatua, DSC_7760bertempat di kantor P2LD-LIPI. Kepala P2LD-LIPI menyampaikan bahwa memasuki usia 4 tahun terbilang belum dewasa dan matang dalam tumbuh kembang, kinerja maupun perfoma. Namun, P2LD-LIPI senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Negara untuk tetap menghasilkan output melalui berbagai penelitian dan kegiatan dalam rangka pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Serta terus meningkatkan kinerja dan performa untuk terselenggaranya pelayanan prima dan implementasi Reformasi Birokrasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

XDSC_7777Acara peringatan HUT diisi pula dengan penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 kepada Kepala P2LD-LIPI. Sertifikat ini dicapai setelah P2LD-LIPI melalui proses audit oleh PT. SGS pada tanggal 26-28 Maret 2018. Kepala P2LD-LIPI pun menuturkan bahwa perlunya sosialisasi penerapan ISO 9001:2015 yang telah dicapai kepada masyarakat terutama pengguna jasa dan layanan P2LD-LIPI.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid. PDHP, Daniel D. Pelasula, M.Si., harapan kedepannya adalah capaian untuk meraih akreditasi dari KNAPP bagi laboratorium-laboratorium di P2LD-LIPI untuk meningkatkan capaian intitusi menjadi lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel.

Acara diakhiri dengan penanaman pohon di halaman kantor P2LD-LIPI oleh para calon pegawai purna bakti (Ludia Bidang dan Eko Husaini).

Kunjungan Murid Taman Kanak-Kanak RA Daarun Na’im, Wayame, Ambon

dsc_6253Jumat, 23 Maret 2018, lima puluh (50) murid Taman Kanak-Kanak RA Daarun Na’im, Wayame, Ambon beserta para guru dan orang tua murid mengunjungi Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI dalam rangka mengenalkan anak-anak akan bermacam jenis biota laut dan pentingnya melestarikan laut. Tak hanya itu, anak-anak pun diberikan penayangan film pendek tentang tanggap bencana gempa supaya anak-anak dapat memahami dan bereaksi dengan tepat jika terjadi bencana gempa. Pemberian pengetahuan tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta tugas dan pekerjaan dari seorang peneliti juga dilakukan.dsc_6249 Kuis interaktif dengan para murid pun dilakukan dengan diberikannya hadiah bagi yang dapat menjawab beberapa pertanyaan dari narasumber terkait materi yang telah diberikan.

Kunjungan bertempat di ruang aula P2 Laut Dalam – LIPI dan dimulai pada pukul 09.30 WIT. Diharapkan dengan kedatangan para murid taman kanak-kanak ini dapat membangun kesadaran sejak dini untuk menjaga lingkungan terutama laut tetap bersih dan melestarikan biota-biota lautnya, serta memberikan ketertarikan kepada anak-anak akan bidang ilmu pengetahuan kelautan dan memberikan warna serta pandangan baru akan beragamnya profesi yang ada di Indonesia.