TUGAS FUNGSI

Sesuai dengan SK Kepala LIPI No. 1 tahun 2014, PPLD mempunyai tugas melaksanakan penelitian di bidang laut dalam. Pada pelaksanaan tugasnya, PPLD menyelenggarakan fungsi:
1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian di bidang laut dalam;
Rencana Implementasi Kegiatan PPLD 2015-2019
2. Penelitian di bidang laut dalam;
3. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang laut dalam; dan
4. Pelaksanaan urusan tata usaha.

Dalam penjabarannya, PPLD memiliki sasaran strategis yang merupakan penjabaran dari misi yang akan diemban dalam periode 2015-2019, yaitu sebagai berikut:

  1. Melakukan pengkajian proses-proses laut dalam dan dinamika dasar laut, melalui:
  • Terlaksananya ekspedisi kelautan di KTI;
  • Terlaksananya kajian sumberdaya dasar laut dalam baik hayati (mikro dan makro) maupun nirhayati;
  • Terlaksananya kajian siklus materi di kawasan laut dalam, dan dinamika dasar laut.
  1. Melakukan kajian interaksi iklim dan lautan, melalui:
  • Terlaksananya kajian interaksi atmosfer dan laut;
  • Terlaksananya kajian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut di KTI.
  1. Mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pengelolaan wilayah pesisir di KTI, melalui:
  • Terlaksananya kajian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap lingkungan laut;
  • Terlaksananya kajian potensi wilayah pesisir di kawasan laut dalam (a.l. ekowisata, budidaya, konservasi, dan taman laut);
  • Terlaksananya kajian potensi sumber daya laut di pulau-pulau terluar KTI;
  • Terlaksananya kajian kerentanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim;
  • Terlaksananya kajian potensi dan pemanfaatan biota laut bernilai ekonomis dan/atau ekologis penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir(a.l. bank bibit,  teknologi tepat guna, dan rehabilitasi ekosistem)
  1. Melakukan diseminasi hasil-hasil penelitian kepada berbagai pihak terkait sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya laut yang lestari, melalui:
  • Tersedianya basis data kelautan dan terdistribusinya materi diseminasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (ilmiah, industri dan umum);
  • Terwujudnya kerjasama yang lebih luas dengan institusi pemerintah maupun swasta dalam rangka pemanfaatan sumberdaya laut dengan lebih bijaksana;
  • Terlaksananya pelayanan jasa dan informasi hasil-hasil penelitian (a.l. koleksi rujukan biota laut dan perpustakaan);
  • Terbentuknya jejaring informasi kemaritiman yang terintegrasi.