Pos

PERHATIAN B. J. HABIBIE TERHADAP LIPI DI AMBON

DCIM100MEDIADJI_0002.JPG

Habibi-050585-1Prof. DR. B. J. Habibie selama menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi RI sangat memperhatikan perkembangan Iptek di Kawasan Timur Indonesia khususnya di Maluku. Komitmen perhatiannya ditunjukan dengan seringnya berkunjung ke Ambon dengan salah satu agendanya memberi wawasan Iptek kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Secara khusus Prof. DR. B. J. Habibie mengunjungi Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI sebagai salah satu lembaga riset di Kawasan Timur sebanyak dua kali. Kunjungan pertama dilakukan Habibie-1pada tanggal 5 Mei 1985 yang saat itu berstatus Stasiun Penelitian Ambon, Lembaga Oseanologi Nasional – LIPI (SPA LON-LIPI). Prof. DR. B. J. Habibie mendorong untuk meningkatkan kegiatan
Habibie-2 riset khususnya riset kelautan di KTI. Salah satu dampak dari kunjungan ini adalah status SPA LON-LIPI mengalami peningkatan menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan mengalami peningkatan anggaran penelitian. Dalam kunjungan ini, Prof. DR. B. J. Habibie yang didampingi oleh Ibu Hasri Ainun Habibie melihat fasilitas dan kegiatan riset yang dilaksanakan.

Habibie 042991-4Kunjungan kedua dilakukan pada tanggal 29 April 1991. Kedatangan Prof. B. J. Habibie diterima langsung oleh Kepala LIPI Prof. Dr. Samaun Samadikun di Pusat Penelitian Laut Dalam (saat itu Balai Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut). Disamping memberikan arahan kepada seluruh sivitas, Prof. Dr. B. J. Habibie juga mengunjungi fasilitas riset dan melihat langsung penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti. Dampak dari serangkaian kunjungan ini, P2 laut Dalam mengalami peningkatan sarana dan prasarana penelitian serta meningkatnya anggaran penelitian.

Habibi-042991-1 Habibi-042991-2

Humas Kawasan

P2 Laut Dalam-LIPI

Kerjasama Penelitian TRIUMPH antara Pusat Penelitian Laut Dalam, FIO, dan University of Maryland

DSC_0616_2Perairan Indonesia adalah kanal utama massa air hangat dengan salinitas relatif rendah dari Samudera Pasifik bergerak menuju Samudera Hindia yang dikenal dengan nama Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Arlindo merupakan bagian dari sirkulasi arus global yang memiliki pengaruh terhadap kondisi iklim di Indonesia dan memiliki peran dalam munculnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang memicu bencana alam. “Fenomena ini yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang kemudian memicu terjadi bencana alam sepeDSC_0569rti banjir, tanah longsor, dan kekeringan,” jelas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, Dr. Augy Syahailatua.

Selat Makassar, Perairan Lifamatola dan Selat Karimata adalah pintu masuk utama Arlindo. Kemudian Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Ombai merupakan pintu keluar dari Arlindo. Untuk meningkatkan pemahaman tentang Arlindo di pintu masuk dan perubahannya akibat proses percampuran di pintu keluarnya serta kondisi upwelling di perairan Selatan Jawa, maka dilakukan penelitian yang berjudul Transport Indonesian Sea, Upwelling and Mixing Physics (TRIUMPH).

DSC_0560Penelitian TRIUMPH tahap pertama ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 – 13 Oktober 2018 di perairan Selatan Jawa dan Selat Bali dengan melibatkan peneliti dan teknisi dari Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (7 orang), First Institute of Oceanography (5 orang), University of Maryland (1 orang), dan Balai Riset dan Observasi Laut (2 orang), menggunakan Kapal Riset dan Latih Madidihang 03 milik Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian tahan kedua akan dilaksanakan tahun 2019 di perairan Bali hingga selat Sulawesi.

Selain peluncuran kegiatan penelitian TRIUMPH, juga dilaksanakan penandatanganan naskah kerjasama antara LIPI dengan The First Institute of Oceanography – State Oceanic Administration serta University of Maryland. “Kami berharap kegiatan penelitian dan kerjasama ini akan berperan signifikan dalam upaya mitigasi terhadap efek perubahan iklim yang berkaitan dengan perikanan, biodiversitas dan ekosistem,” pungkas Dr. Augy Syahailatua.

 

Artikel ini dibuat oleh Humas Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI

Berita terkait:

http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/299949/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-arlindo

https://www.antaranews.com/berita/753592/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-di-arus-lintas-indonesia

https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/09/30/pfub8b430-lipi-teliti-potensi-bencana-arus-lintas-indonesia

http://www.suarakarya.id/detail/79349/LIPI-Lakukan-Penelitian-TRIUMPH-Untuk-Tingkatkan-Potensi-Sumberdaya-Kelautan

Pusat Unggulan Iptek Konservasi Sumberdaya Tuna Gelar FGD Pengelolaan Perikanan Tuna di Laut Banda

WhatsApp Image 2018-09-12 at 15.02.56Pusat Unggulan Iptek Konservasi Sumberdaya Tuna (PUI KST) di bawah Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (P2LD-LIPI) mengadakan Focus Group Discusion (FGD) dengan tema “Pengelolaan Perikanan Tuna di Laut Banda”. FGD dihadiri oleh stakeholder yang terdiri dari instansi pemerintah diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia Timur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon, dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), serta dari LSM (MDPI, MCC, WWF, Global Fishing Watch, ASTUIN, AP2HI, Maluku Coastal Care, Sea Project, CSF Indonesia, dan Bionesia). Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 10 September 2018 bertempat di Aula Bubara, P2LD-LIPI.

FGD dibuka oleh Kepala P2LD-LIPI Dr. Augy Syahailatua dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber terkait sumberdaya tuna dan penegakan peraturan tentang perikanan tangkap tuna di perairan Laut Banda.

Dalam sesi diskusi, dibahas penegakan regulasi Permen KP NO 4 tahun 2015 tentang Larangan Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 714. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah belum cukupnya data untuk menjadi landasan hukum bagi penutupan wilayah Laut Banda. Untuk menjawab persoalan tersebut PUI KST memiliki beberapa obsesi yang ingin dicapai yakni mengetahui wilayah pemetaan dan kapan waktu pemijahan tuna di sekitar perairan Laut Banda, selanjutnya mengungkap bagaimana hubungan awal tuna dengan lingkungannya sehingga dapat dipastikan lokasi dan waktu penutupan perairan WPP 714. Dr. Augy Syahailatua mengatakan “Penelitian tuna sudah dilakukan oleh LIPI secara intensif sejak tahun 70-an, namun karena merubah fokus riset, maka penelitian ini tidak dijadikan penelitian utama. Sejak PUI KST didirikan tahun 2017, penelitian mengenai perikanan tuna mulai difokuskan kembali dalam 1 tahun terakhir”.WhatsApp Image 2018-09-12 at 15.02.57

Untuk mengatasi permasalahan data perikanan tuna Maluku, Atswin (perwakilan USAID) menyarankan agar pemda memiliki satu sistem data, terkait pengawasan dapat digunakan data palayaran kapal yang bersumber dari Global Fishing Watch. Selanjutnya perlu ditingkatkan pencatatan kapal dengan skala kecil.

Kepala Dinas Perikanan Maluku, Romelus Far-far mengatakan bahwa permen KP hanya dapat mengatur wilayah diatas 12 mil laut dengan sasaran kapal diatas 30 GT. Maka UU NO 27 tahun 2017 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mendelegasikan agar Pemda menyusun Perda tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Sehingga saat ini sudah ada Perda nomor 1 tahun 2018 ini tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Maluku tahun 2018 – 2038. Dengan adanya Perda tersebut, maka dapat diukur mana wilayah yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dan mana yang bukan.

Salah satu kelemahan dalam penegakan Permen KP NO 4 tahun 2015 adalah belum adanya sanksi. “Pelarangan harus disertai dengan adanya sanksi sehingga kita bisa bertindak. Akhirnya digunakan UU lain untuk memberikan sanksi. Belum adanya sanksi membuat BAKAMLA kesulitan dalam bertindak. Hal ini harus ditinjau lagi sehingga dapat dilakukan penangan hukum yang tepat,“ kata Kepala Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Kantor Kamla Zona Maritim Timur Bakamla RI, AKBP Julius Marlatu Aponno, SH.

Belum jelasnya penegakan hukum terkait Permen KP No 4 Tahun 2015, juga berdampak pada pengusaha perikanan. Robert Tjoanda yang mewakili AP2HI juga menghimbau agar permen diperjelas dan ditinjau kembali. Lebih lanjut kata Robert, Ikan di Laut Banda sangat banyak, namun musimnya sangat pendek. Hanya 1-2 minggu. Saat ini sedang dibangun pabrik di Banda, progresnya sudah 80%. Namun pengusaha masih ragu untuk meneruskan proyek ini karna takut berbuat salah. Jika pabrik harus ditutup selama 3 bulan, maka harus dipikirkan bagaimana nasib pekerja dan nelayan kecil. Sehingga kedepannya perlu dibuat alternatif lainnya. Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan kecil, saat ini Yayasan MDPI (Masyarakat dan Perikanan Indonesia), sedang melakukan sertifikasi nelayan perairan Maluku. MDPI juga mengumpulkan data tangkapan yang saat ini berjumlah 17.000 data. Data tersebut akan dianalisis oleh peneliti LIPI.

Penegakan hukum di Laut Banda terus dilakukan, namun PSDKP, juga tetap memperhatikan Pancasila sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Saat ini yang ditertibkan hanya kapal yang bermuatan tuna sirip kuning. Jika ditertibkan benar, maka masyarakat nelayan di sekitar Laut Banda akan mengalami kesulitan. Karenanya PSDKP baru menertibkan Kapal dengan muatan diatas 30 GT, sedangkan kapal dibawah 30 GT hanya dilakukan sosialisasi.

Pencabutan Permen, tidak dapat serta merta dilakukan, perlu adanya data yang cukup. Muhammad Bilahmar dari Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) mempertanyakan dasar penentuan wilayah penutupan Permen dan jenis data yang bisa diakses dari lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). Menurut Bilahmar, persoalannya adalah apakah ikan ditangkap sesudah atau sebelum bertelur. Kalau ditangkap di luar area yang dilarang (sebelum memasuki laut Banda) maka bisa jadi ikan ditangkap beserta telur-telurnya. Menanggapi hal tersebut, A. Leurima (dari BAKAMLA) menyarankan agar pijakan penegakan Permen KP harus diarahkan kepada tata kelola. Data tangkapan tuna per ekor, per berat, sudah matang gonad/belum itu yang dibutuhkan. Carrying capacity Laut Banda, apakah mampu atau tidak. Dari data-data tersebut, baru direkomendasikan ke Dirjen Perikanan Tangkap. Lebih lanjut A. Leurima menyarankan agar kedepannya sudah harus dipikirkan tentang regenerasi tuna. Ia menyarankan pihak LIPI untuk melakukan kajian mengenai budidaya tuna.

Selain pembahasan penegakan Permen KP NO 4 Tahun 2015, dalam FGD juga dibahas tentang Illegal, Unreported, dan Unregulated (IUU) Fishing serta bagaimana penindakan dan pencegahannya di perairan Maluku. Apono mengungkapkan penyidikan kasus keamanan laut tidak dapat dilakukan secara sektoral dari satu institusi saja melainkan secara komprehensif oleh seluruh stake holder yang berkentingan di laut, khususnya Laut Banda. Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dan sharing informasi. Dalam FGD juga ditampilkan data kapal yang beroperasi di Laut Banda oleh Global Fishing Watch. Dan penyampaian informasi dari beberapa LSM lainnya terkait pengumpulan data perikanan tuna oleh MCC dan penelitian biogenetik tuna oleh LSM Bionesia.

Permasalahan penangkapan tuna serta upaya konservasi tuna memerlukan perhatian dari seluruh stakeholder. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kolaborasi dan kerjasama. Dari seluruh masukan yang diberikan selama pelaksanaan FGD, Dr. Augy Syahailatua menyarankan agar kedepannya dilakukan beberapa kali FGD lanjutan terkait produksi dan tangkapan tuna, regulasi perikanan tuna, dampak ekonomi perikanan tuna bagi nelayan, oseanografi dan ekologi tuna serta budidaya tuna.

Hasil FGD akan dijadikan langkah awal untuk dilaporkan ke Dirjen KP. Langkah selanjutnya adalah akan dibuat naskah akademik terkait regulasi Permen KP NO 4 tahun 2015.

 

 

Artikel ini dibuat oleh Humas P2LD-LIPI.

Syukuran Hari Ulang Tahun Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI Ke-4

DSC_7861Tanggal 13 Mei merupakan hari jadi Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI. Sebagai wujud syukur atas usianya yang menginjak usia 4 tahun maka diadakan acara syukuran yang dihadiri oleh segenap pegawai P2LD-LIPI pada hari Senin, 14 Mei 2018 dan dipimpin oleh Kepala P2LD-LIPI, Dr. Augy Syahailatua, DSC_7760bertempat di kantor P2LD-LIPI. Kepala P2LD-LIPI menyampaikan bahwa memasuki usia 4 tahun terbilang belum dewasa dan matang dalam tumbuh kembang, kinerja maupun perfoma. Namun, P2LD-LIPI senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Negara untuk tetap menghasilkan output melalui berbagai penelitian dan kegiatan dalam rangka pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Serta terus meningkatkan kinerja dan performa untuk terselenggaranya pelayanan prima dan implementasi Reformasi Birokrasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

XDSC_7777Acara peringatan HUT diisi pula dengan penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 kepada Kepala P2LD-LIPI. Sertifikat ini dicapai setelah P2LD-LIPI melalui proses audit oleh PT. SGS pada tanggal 26-28 Maret 2018. Kepala P2LD-LIPI pun menuturkan bahwa perlunya sosialisasi penerapan ISO 9001:2015 yang telah dicapai kepada masyarakat terutama pengguna jasa dan layanan P2LD-LIPI.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid. PDHP, Daniel D. Pelasula, M.Si., harapan kedepannya adalah capaian untuk meraih akreditasi dari KNAPP bagi laboratorium-laboratorium di P2LD-LIPI untuk meningkatkan capaian intitusi menjadi lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel.

Acara diakhiri dengan penanaman pohon di halaman kantor P2LD-LIPI oleh para calon pegawai purna bakti (Ludia Bidang dan Eko Husaini).

Pembahasan Perikanan Tangkap Tuna dan Cakalang oleh Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia di Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI

foto-1Pembahasan mengenai perikanan tangkap terutama ikan tuna dan ikan cakalang bersama perwakilan Universitas Pattimura dan Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 di kantor Puslit Laut Dalam – LIPI. MDPI adalah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang berfokus pada kegiatan untuk keberlanjutan sumber daya alam perikanan dan memiliki kepedulian terhadap konservasi dan ekosistem perikanan terutama di Indonesia. Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala P2LD-LIPI, Kepala Bagian Tata Usaha, para peneliti P2LD-LIPI, Dr. Delly D. P. Matruty dan Dr. Welem Waileruny dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, dan Sdr. Wildan serta Sdri. Nilam Ratna dari MDPI, ini terkait dengan rencana perjanjian kerjasama yang akan dilaksanakan oleh P2LD-LIPI dan MDPI. Penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh MDPI dimulai dengan melakukan interaksi yang baik dengan para nelayan dari beberapa daerah terutama di Maluku yaitu di daerah Pulau Buru, daerah Seram Timur, daerah Maluku Tengah dan Pulau Ambon. Nelayan diajak bekerja sama untuk membantu mengumpulkan data hasil tangkapan ikan dengan mengisi formulir sederhana dari MDPI setiap harinya. Data hasil tangkapan ikan meliputi jenis ikan yang tertangkap, lokasi penangkapan ikan, jenis umpan, jenis alat tangkap, jenis kapal, teknik mengetahui lokasi ikan (dengan cara alami atau bantuan alat modern), dan lain sebagainya. foto-2“Formulir yang terkumpul setiap harinya ada ratusan lembar, sehingga untuk memvalidasinya diperlukan waktu dan tenaga, sampai saat ini kami masih terus mengerjakannya dikarenakan petugas lapangan sangat terbatas.” Ujar Wildan selaku Fisheries Improvement Manager-MDPI. Data dan informasi hasil tangkapan ikan terutama tuna dan cakalang dapat dilihat pada website www.ifish.id, tercatat dari tahun 2013.

Salah satu komponen penting untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan adalah Harvest Strategy. Untuk hal ini MDPI mendukung pemerintah daerah yang memiliki kewenangan penuh untuk mengatur sumber daya perikanan yang dimiliki. “Inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu mengumpulkan data mengenai pelabuhan, asosiasi terkait, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya untuk membuat pengelolaan pengolahan perikanan terutama tuna dan cakalang. Untuk selanjutnya akan menjadi output berupa paket kebijakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam terutama perikanan dan kelautan.” Kata Wildan lagi.

“Rencana kerjasama antara P2LD-LIPI dan MDPI akan dibicarakan segera dalam rapat internal P2LD-LIPI agar kedua belah pihak dapat saling memberikan kontribusi yang terbaik.” Ujar Dr. Augy Syahailatua, Kepala Puslit Laut Dalam-LIPI.

Kegiatan Open House di Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI

Beragam rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia digelar oleh Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, salah satunya adalah kegiatan Open House yang dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 September 2017. Sasaran dari kegiatan ini adalah para pelajar di Pulau Ambon agar lebih mengenal tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terutama Puslit Laut Dalam – LIPI. Kegiatan Open House ini meliputi pameran laboratorium, kunjungan ke perpustakaan, Kapal Riset Baruna Jaya VII, dan ruang koleksi biota laut (Reference Collection).

Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Puslit Laut Dalam – LIPI, Dr. Augy Syahailatua. Bapak Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI memberi motivasi kepada pelajar tentang pentingnya generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berfikir kreatif dan selalu berinovasi. Hal ini sangat penting untuk dapat menyikapi adanya perubahan yang berlangsung dinamis. Beliau menyebut bahwa, janganlah menjadi strawberry generation – terlihat indah, menawan namun rapuh. Tetapi harus disikapi dengan bijaksana, yaitu menjadi generasi yang kreatif dan tangguh.

Pemberian materi mengenai teknik penulisan karya ilmiah pun diberikan oleh para peneliti P2LD – LIPI kepada peserta Open House khususnya bagi pelajar Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama. “Banyak siswa yang memiliki ketertarikan untuk menulis ilmiah dan mengikuti LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) tetapi minim pelatihan cara menulis yang baik dan benar atau cara memilih tema yang sesuai dan menarik,” kata salah satu guru Sekolah Menengah Pertama di Ambon. Kegiatan semacam ini dirasakan sangat banyak manfaatnya khususnya bagi pelajar, oleh karenanya pihak sekolah mengharapkan ada keberlanjutan dengan bentuk semacam pelatihan atau workshop penulisan karya ilmiah di kalangan remaja.

Dan kemudian disusul dengan pengumuman serta penyerahan piagam dan trofi kepada para pemenang lomba essay yang diadakan sejak bulan Mei 2017 lalu. Hasil lomba essay memberikan trofi essay terbaik pertama kepada Emmanuel Brilian Tangka dari SMA Negeri Siwalima Ambon (judul essay “Nodul Poilmetalik dan Cerobong Hidrotermal Potensi Tersembunyi Laut Dalam Maluku”), essay terbaik kedua yaitu Ari Efraim dari Universitas Pattimura (judul essay “Perairan Laut Dalam Maluku Menara Harapan Bangsa dari Ufuk Timur), essay terbaik ketiga adalah Yulinda Ratusehaka dari Universitas Pattimura (judul essay “Menyelamatkan Harta Karun Maluku dari Praktek Ilegal (Illegal Fishing) Melalui Gerakan 4P sebagai Upaya Peningkatan Potensi Sumberdaya Laut Maluku”) serta 3 (tiga) essay Harapan I sampai III yaitu Christian Manase Balubun (Universitas Pattimura), Mitho Wiralentyo Lamere (SMA Xaverius Ambon) dan Yosep Mario Reyaan (Universitas Pattimura).

Materi tentang pengembangan diseminasi hasil-hasil penelitian berbasis website juga dipaparkan oleh sdr. Hanung Agus Mulyadi, M.Si Selaku Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat umum dalam mengakses informasi terhadap hasil-hasil penelitian P2 Laut Dalam – LIPI.

Antusiasme ditunjukkan dengan adanya diskusi ringan antara peserta dan narasumber pada saat kunjungan ke laboratorium maupun ruangan yang lain. “Acara Open House sampai terakhir telah didatangi oleh lebih dari 1000 (seribu) pelajar dari Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak yang ada di Pulau Ambon,” ujar Ketua Panitia HUT ke-50 LIPI di Puslit Laut Dalam – LIPI, Ferdinand Pattipeilohy, S.Pi.

dsc_8125dsc_8087dsc_8161 dsc_8397dsc_8226 dsc_8501 dsc_8519 dsc_8455 dsc_8258 dsc_8235 dsc_8449dsc_8462

Penyematan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya bagi Pegawai Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI

Ambon – Penyematan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya diadakan di kantor Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI bagi 26 (dua puluh enam) pegawai. Penghargaan Satya Lencana Karya Satya diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus oleh Pemerintah Indonesia. Dengan dihadiri oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian – LIPI, Dr. Zainal Arifin, mantan Kepala LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim, Kepala Puslit Limnologi – LIPI, Kepala Puslit Geoteknologi – LIPI, perwakilan Kepala Puslit Metalurgi dan Material – LIPI, perwakilan Kepala Puslit Oseanografi – LIPI, serta Ketua PME di Kedeputian IPK – LIPI, acara penyematan ini dilaksanakan pada tanggal 8 September 2017 pada pukul 09.00 WIT. Penyematan dan pemberian piagam dilakukan oleh Bapak Dr. Zainal Arifin.

Acara dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) Kedeputian IPK yang membahas tentang serapan anggaran dan sumberdaya manusia yang menjadi persoalan penting mengingat banyaknya pegawai yang akan memasuki masa pensiun dan kurang adanya regenerasi pegawai baru.

Di akhir sesi, Bapak Dr. Zainal Arifin dan Prof. Dr. Lukman Hakim memberikan apresiasi yang tinggi kepada para penerima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya di Puslit Laut Dalam – LIPI terutama yang telah memasuki masa kerja selama 30 tahun lebih. Dan yang telah membangun satuan kerja LIPI di Ambon meskipun pernah mengalami masa-masa sulit seperti kejadian tragedi kemanusiaan tahun 1998-2000. Semoga dengan ini dapat dijadikan teladan bagi pegawai yang lainnya terutama yang masih muda untuk dapat menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sesuai dengan perannya masing-masing.

img_0075 img_0118 img_0109img_0141img_0092img_0089img_0223img_0243img_0256

Pengumuman Lomba Menulis Esai dalam Rangka Hari Raya Ulang Tahun Ke-50 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

“Sumberdaya Laut Dalam Maluku” dipilih menjadi tema dalam Lomba Menulis Esai yang diadakan Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI yang termasuk dalam rangkaian acara untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-50 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tema yang diusung pun guna mengenalkan, menjaga dan melestarikan kekayaan sumberdaya laut dalam kepada masyarakat pada umumnya.

Peserta lomba merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan mahasiswa S1 di Pulau Ambon. Kegiatan ini mendapat respon yang baik dengan adanya 21 (dua puluh satu) orang yang mendaftarkan karyanya masing-masing kepada panitia lomba.

Melalui Surat Pengumuman dari Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI Nomor: B-597/IPK.3/IF/VIII/2017 tanggal 21 Agustus 2017, telah diumumkan 6 (enam) karya terbaik Lomba Menulis Esai. Urutan peserta lomba yang terdapat dalam lampiran bukan merupakan urutan juara. Pengumuman Juara I sampai Harapan III akan diumumkan pada acara Open House Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI yang akan diadakan pada tanggal 12 September 2017. Untuk itu kami mohon kehadiran 6 (enam) peserta terbaik untuk mendengarkan pengumuman lanjutan dan seluruh peserta Lomba Menulis Esai untuk mengambil sertifikat.

Diucapkan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme dari para peserta lomba. Tetap lestari Laut Indonesia!

Pengumuman Lomba Menulis Esai

Lomba Essay Dalam Rangka Hari Ulang Tahun LIPI Ke-50

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun LIPI ke-50, Pusat Penelitian Laut Dalam mengadakan serangkaian acara salah satunya adalah Lomba Essay bertemakan “Sumberdaya Laut Dalam Maluku”. Dengan ketentuan sebagai berikut:

Peserta

  • Peserta merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan mahasiswa S1 di Pulau Ambon.
  • Essay ditulis secara perorangan
  • Satu orang peserta hanya boleh mengirimkan satu judul essay
  • Essay harus orisinil dan belum pernah dilombakan atau dipublikasikan
  • Pendaftaran tidak dipungut biaya (gratis)

Penulisan

  • Judul bebas dan haru mengacu kepada TEMA
  • Tulisan tidak boleh mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) dan pornografi
  • Menggunakan BAHASA INDONESIA yang baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Bahasa Indonesia
  • Essay dikirim dalam bentuk .pdf atau .doc atau .docx
  • Font: Verdana, spasi: 1,5
  • Panjang tulisan 3 – 7 halaman
  • Ukuran kertas A4

Pengiriman

Karya essay dikirim via email ke: corry.yanti.manullang@lipi.go.id

Ditembuskan (Cc.) ke email dompeipen_rory@yahoo.com dan p2ld@mail.lipi.go.id

BATAS PENGUMPULAN ESSAY TANGGAL 30 JUNI 2017

 

Pengumuman pemenang akan diumumkan melalui email dan/atau diumumkan di website Pusat Penelitian Laut Dalam www.deepsea.lipi.go.id

Para pemenang akan mendapatkan hadiah yang menarik dari Pusat Penelitian Laut Dalam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Informasi lebih lanjut silahkan mengunduh file berikut: Lomba Essay

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Widya Bahari Puslit Laut Dalam – LIPI

dsc_1269Ambon – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Widya Bahari di Pusat Penelitian Laut Dalam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI) mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada hari Rabu (27/2) pada pukul 09.00 WIT yang dihadiri oleh seluruh anggota, pengurus dan pengawas Koperasi Widya Bahari serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKM) Kota Ambon, ibu R. Purmiasa. Rapat Anggota Tahunan 2017 mengagendakan laporan tahunan 2016 dan rapat rancangan Anggaran Dasar Perubahan. RAT 2017 Koperasi Widya Bahari menghasilkan Anggaran Dasar Perubahan di bidang usaha serta kepengurusan dan keputusan bersama untuk menaikkan uang iuran anggota koperasi.

Ketua Koperasi Widya Bahari, Ibrahim Pelupessy, S.Pi., menyatakan pentingnya kerjasama di antara pengurus dan anggota koperasi guna terwujudnya koperasi yang aktif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak. Demikian pula sambutan yang disampaikan oleh Kepala P2LD-LIPI, Dr. Augy Syahailatua, yang menekankan pentingnya kerjasama dan kerja keras bagi para pengurus koperasi setelah koperasi vakum sejak konflik sosial yang terjadi di Maluku pada tahun 1999-2000 dan aktif kembali pada September tahun 2015. Apresiasi diberikan kepada para pengurus yang membangkitkan kembali koperasi Widya Bahari agar dapat berperan serta dalam mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi khususnya anggota koperasi dan masyarakat pada umumnya. Dukungan pun sangat diperlukan dari para anggota koperasi guna terwujudnya koperasi yang aktif dan bermanfaat.

 

Artikel ini ditulis oleh Iskandar Abd. Hamid Pelupessy, M.Si. (28 Februari 2017)