Posts

Kerjasama Penelitian TRIUMPH antara Pusat Penelitian Laut Dalam, FIO, dan University of Maryland

DSC_0616_2Perairan Indonesia adalah kanal utama massa air hangat dengan salinitas relatif rendah dari Samudera Pasifik bergerak menuju Samudera Hindia yang dikenal dengan nama Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Arlindo merupakan bagian dari sirkulasi arus global yang memiliki pengaruh terhadap kondisi iklim di Indonesia dan memiliki peran dalam munculnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang memicu bencana alam. “Fenomena ini yang membuat wilayah di Indonesia mengalami musim hujan atau musim kemarau hebat yang kemudian memicu terjadi bencana alam sepeDSC_0569rti banjir, tanah longsor, dan kekeringan,” jelas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI, Dr. Augy Syahailatua.

Selat Makassar, Perairan Lifamatola dan Selat Karimata adalah pintu masuk utama Arlindo. Kemudian Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Ombai merupakan pintu keluar dari Arlindo. Untuk meningkatkan pemahaman tentang Arlindo di pintu masuk dan perubahannya akibat proses percampuran di pintu keluarnya serta kondisi upwelling di perairan Selatan Jawa, maka dilakukan penelitian yang berjudul Transport Indonesian Sea, Upwelling and Mixing Physics (TRIUMPH).

DSC_0560Penelitian TRIUMPH tahap pertama ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 – 13 Oktober 2018 di perairan Selatan Jawa dan Selat Bali dengan melibatkan peneliti dan teknisi dari Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI (7 orang), First Institute of Oceanography (5 orang), University of Maryland (1 orang), dan Balai Riset dan Observasi Laut (2 orang), menggunakan Kapal Riset dan Latih Madidihang 03 milik Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian tahan kedua akan dilaksanakan tahun 2019 di perairan Bali hingga selat Sulawesi.

Selain peluncuran kegiatan penelitian TRIUMPH, juga dilaksanakan penandatanganan naskah kerjasama antara LIPI dengan The First Institute of Oceanography – State Oceanic Administration serta University of Maryland. “Kami berharap kegiatan penelitian dan kerjasama ini akan berperan signifikan dalam  upaya mitigasi terhadap efek perubahan iklim yang berkaitan dengan perikanan, biodiversitas dan ekosistem,” pungkas Dr. Augy Syahailatua.

 

Artikel ini dibuat oleh Humas Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI

Berita terkait:

http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/299949/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-arlindo

https://www.antaranews.com/berita/753592/lipi-teliti-upaya-mitigasi-bencana-di-arus-lintas-indonesia

https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/09/30/pfub8b430-lipi-teliti-potensi-bencana-arus-lintas-indonesia

http://www.suarakarya.id/detail/79349/LIPI-Lakukan-Penelitian-TRIUMPH-Untuk-Tingkatkan-Potensi-Sumberdaya-Kelautan

Seminar Penelitian Pembuatan Alat Perangkap Sampah di Teluk Ambon

Penelitian dalam rangka membangun perangkap sampah di perairan Teluk Ambon akan dilaksanakan oleh mahasiswa dari Hanze University of dsc_6232Applied Sciences Groningen, jurusan Teknik Sipil yaitu Koen van der Brink dan Rob Dammer. Dengan mengadaptasi perangkap sampah yang terdapat di Rotterdam, perangkap sampah dengan teknologi dan metode yang hampir serupa akan diterapkan di Teluk Ambon dengan memperhatikan material dan kondisi laut yang ada. Hal ini merupakan pengembangan dari pembuatan perangkap sampah yang sebelumnya telah dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Rotterdam pada tahun 2017 lalu. Penelitian mengenai arus, kondisi lingkungan di sekitar perairan, biota laut, dan jenis sampah, sangat diperlukan guna menentukan lokasi dan desain dari perangkap sampah tersebut.

dsc_6220Presentasi perencanaan pembuatan perangkap sampah dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Maret 2018 pukul 10.00 WIT di Ruang Pertemuan P2 Laut Dalam – LIPI. Dihadiri oleh Kepala P2 Laut Dalam – LIPI, para peneliti P2 Laut Dalam – LIPI dan Ibu Irene Sohilay dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon. Dalam presentasinya, Brink mengemukakan beberapa parameter yang menentukan lokasi perangkap sampah diantaranya adalah tidak banyak ikan yang berada di perairan, banyaknya sampah, tidak adanya lalu lintas kapal atau perahu serta area perairannya cukup luas untuk menempatkan “catching arms” dari perangkap sampah ini. Perangkap sampah didesain dengan mempertimbangkan material lokal yang ada dsc_6217dengan biaya yang terjangkau namun memiliki kualitas yang baik serta akan dilengkapi dengan jangkar untuk mengantisipasi hilangnya perangkap sampah dikarenakan arus dan gelombang yang kuat.

Tidak hanya itu, penelitian juga akan berfokus untuk membangun kesadaran masyarakat tentang masalah sampah terutama yang terdapat di laut. Maka, setiap dua minggu sekali akan dilakukan review dan hasilnya akan diunggah ke media sosial karena sampah bukan hanya masalah untuk perairan Teluk Ambon tetapi sudah menjadi masalah global, demikian ujar Dammer dan Brink.

Membentuk kemitraan antara LIPI, Pemerintah Kota Ambon dan Recycled Park of Rotterdam pun dirasa cukup baik guna penanganan maksimal mengenai sampah terutama yang berada di perairan Teluk Ambon dan sekitarnya. Pembuatan perangkap sampah dijadwalkan pada bulan Maret dan April 2018, diharapkan perangkap sampah sudah dapat diturunkan ke perairan Teluk Ambon pada bulan Mei 2018.

Kegiatan Monitoring Teluk Ambon

teluk-ambon-2Pusat Penelitian Laut Dalam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan kegiatan penelitian Monitoring Teluk Ambon selama 4 (empat) hari pada tanggal 4 sampai 7 April 2017.  Kegiatan penelitian dilakukan untuk mengungkap dinamika Teluk Ambon secara berkala, baik kondisi fisika-kimia, tingkat pencemaran maupun biota-biota laut yang ada didalamnya.

Dalam aspek Oseanografi (Kimia dan Fisika), Teluk Ambon diukur suhu, salinitas dan keasamannya secara in situ menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth) dan pH meter. Diteliti pula mengenai pencemaran terutama kandungan logam beratnya dengan mengambil sampel sedimen di Teluk Ambon.

Sampel air diambil dengan botol van Dorn pada beberapa tingkat kedalaman untuk dianalisa jenis dan kelimpahan plankton serta kandungan oksigen terlarut (DO) dan nutrient (nitrat, nitrit, fosfat, silikat, dan ammonia). DO dan nutrient diukur di Laboratorium Kimia, Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI dengan menggunakan metode titrasi Winkler dan spektrofotometri UV-Visible. Untuk aspek Biologi diambil sampel biota yaitu Moluska, Bulu Babi, Kepiting, Rumput Laut, Ikan, dan Plankton.

Kegiatan penelitian Monitoring Teluk Ambon melibatkan 7 (tujuh) orang peneliti dan 13 (tiga belas) orang teknisi. Lokasi penelitian yaitu Teluk Ambon Dalam dan Teluk Ambon Luar (wilayah administratif Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah) dan terdapat 18 (delapan belas) stasiun penelitian.

Program Penelitian

Topik Penelitian berdasarkan Renstra 2015-2019:

  1.  Melakukan pengkajian proses-proses laut dalam dan dinamika dasar laut:
    • Ekspedisi kelautan di KTI;
    • Kajian sumberdaya dasar laut dalam baik hayati (mikro dan makro) maupun nirhayati;
    • Kajian siklus materi di kawasan laut dalam dan dinamika dasar laut.
  2.  Melakukan kajian interaksi iklim dan lautan:
    • Kajian interaksi atmosfer dan laut;
    • Kajian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut di KTI.
  3. Mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pengelolaan wilayah pesisir di KTI:
    • Kajian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap lingkungan laut;
    • Kajian potensi wilayah pesisir di kawasan laut dalam (a.l. ekowisata, budidaya, konservasi, dan taman laut);
    • Kajian potensi sumber daya laut di pulau-pulau terluar KTI;
    • Kajian kerentanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim;
    • Kajian potensi dan pemanfaatan biota laut bernilai ekonomis dan/atau ekologis penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir (a.l. bank bibit, teknologi tepat guna, dan rehabilitasi ekosistem)

Program Penelitian Tematik Tahun Anggaran 2016

  1. Penguasaan Teknologi Produksi Benih Bulu Babi Kolektor (Tripneustes Gratilla Linnaues, 1758) Untuk Program Stock Enhancement
  2. Lanjutan_Aplikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Untuk Klasifikasi Zona Geomorfologi Dan Komunitas Benthos Terumbu Karang Di Pulau Pombo, Maluku
  3. Studi Tentang Imposeks Pada Moluska Sebagai Indikator Adanya Pencemaran Di Perairan Pulau Ambon, Maluku
  4. Kajian Biodiversitas Fauna Makrobentik Di Perairan Saparua, Maluku Tengah
  5. Monitoring Teluk Ambon